Menteri Jonan Bagikan Kiat Jadi Pemimpin yang Bagus

Jika menjadi pemimpin itu tak boleh punya rasa dendam, sekiranya Anda jenis pendendam pasti susah untuk jadi pemimpin. Cuma jiwa yang kuat yang dapat jadi pemaaf, jadi sekiranya pemimpin tak pemaaf bahaya sekiranya jadi pemimpin,” kata Jonan memberi pesan. – st monica school Jakarta

“Aku diberhentikan dari Menteri Perhubungan sebulan kemudian diangkat lagi jadi Menteri ESDM,” kata Jonan.

Kecuali itu, Jonan menyuarakan pentingnya untuk menjadi agen perubahan yang dapat membawa pengaruh dan manfaat bagi orang lain. \\\”Jika Anda berkeinginan perubahan positif, Anda seharusnya jadi agen perubahan itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, seorang pemimpin seharusnya cakap berbagi ilmu dan konsentrasi pada karya serta kontribusi yang akan dibuat pada masyarakat.

“Orang itu sekiranya sekolahnya terlalu piawai cenderung tak sempat berdaya upaya selain untuk keilmuwanya sendiri saja. Yang lebih bagus lagi merupakan bila Anda dapat memimpin kategori dan membawa improvement yang bagus. Nah ini ilmunya tak egois,” tuturnya.

“Jangan cuma semata-mata aku dapatnya apa, sebab mungkin kini tak kerasa kesudahannya. Namun cobalah berkarya sebaik-bagusnya pasti nanti akan menerima imbalan yang bagus,” pungkas Jonan.

Eks Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu menyebutkan bagaimana dirinya dapat masuk program studi S1 Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

“Aku sekolah jadi akuntan sebab sekolah yang memberi masukan. Ibu dan Ayah aku tak sependapat, jadi aku pilih sekolah yang mudah,” tambah Jonan.

Jonan menerangkan yang khususnya dari sekolah terpenting sekolah akuntan merupakan bagaimana mengimplementasikan ilmu yang didapatkan.

“Jika suatu hari kalian jadi akuntan yang ditempuh itu bukan ijazahnya. Jika sarjana bahasa Inggris enggak dapat bahasa Inggris ini bukan sarjana Inggris namun sarjana teori bahasa Inggris,” ujarnya.

Terhadap calon akuntan yang hadir, Jonan berpesan pentingnya untuk konsentrasi pada hasil saat berprofesi dan tak cuma memandang pelaksanaan semata yang ada.

“Jika berprofesi itu konsentrasi pada hasil, jangan cuma konsentrasi terhadap pelaksanaan semata-mata. Seharusnya konsentrasi pada hasil. Orang yang konsentrasi pada progresnya saja yaitu orang yang tak berkeinginan membikin kemajuan untuk lebih bagus,” tuturnya.

“Coba Anda kerjakan karya Anda semaksimal mungkin tanpa membuang-membuang waktu banyak. Zaman telah berubah, Anda seharusnya dapat meniru zaman,” tandas Ignasius Jonan.

Dihadiri oleh para mahasiswa dari berjenis-jenis universitas, Jonan yang juga menjabat sebagai Member Dewan Penasihat Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) menyuarakan pentingnya sekolah dan metode menjadi akuntan yang bagus.

 

St Monica Kelapa Gading