RI Masih Kekurangan Pasokan Aluminium, Kata Kemenperin

harga pemasangan acp

Indonesia masih kekurangan pasokan almunium menempuh lebih dari 500 ribu ton per tahun. Dari sempurna keperluan almunium untuk industri dalam negeri yang menempuh 600-800 ribu ton per tahun, jumlah yang dapat dipenuhi dari PT Indonesia Asahan Almunium (Inalum) cuma sekitar 104 ribu ton per tahun.

“Dari produksi 260 ribu ton almunium ingot per tahun yang diproduksi Inalum, cuma 40% yang dipasarkan ke pasar dalam negeri. Almunium ingot yaitu produk bawaan dari almunium berbentuk batangan,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana di Jakarta, Selasa (7/8) lalu.

Baca JugaPemasangan ACP

Ia mengakui, kapasitas produksi Inalum ketika ini memang belum mencukupi keperluan almunium ingot di dalam negeri. Oleh sebab itu, Indonesia masih menggantungkan kekurangan pasokan almunium dari impor.

Agus mengucapkan, kecuali kapasitas produksi Inalum yang belum mencukupi keperluan nasional, penjualan hasil produksinya juga patut dilaksanakan menurut hasil master agreement antara pemerintah Indonesia dengan konsorsium Jepang. Menurut kesepakatan hal yang demikian, sebanyak 60% dari produksi Inalum diekspor ke Jepang dan sisanya untuk dijual ke dalam negeri.

Oleh sebab itu, memasuki usainya kerja sama dengan konsorsium Jepang pada Oktober tahun depan, kepemilikan 100% saham Inalum oleh pemerintah menjadi amat krusial. Dengan merajai Inalum secara penuh, pemerintah dapat mempertimbangkan taktik bisnis perusahaan di Sumatera Utara hal yang demikian, termasuk untuk memprioritaskan keperluan almunium ke pasar dalam negeri.

“Kepemilikan penuh Inalum membikin pemerintah dapat mempertimbangkan taktik ekspansi perusahaan,” ujar ia seperti diinfokan Antara.

Saat Agus, salah satu agenda ekspansi Inalum untuk memenuhi keperluan di dalam negeri, yaitu dengan menambah kapasitas produksi menjadi 410.000 ton per tahun. Ekspansi hal yang demikian memerlukan dana sekitar US$ 1,5 miliar. Rencana ini, Inalum sudah memasok keperluan almunium terhadap 80 perusahaan lokal di Jawa.

 

Setelah Inalum

Akhir minggu lalu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa sudah menegaskan, pemerintah mempertimbangkan untuk mengambil alih perusahaan tambang almunium Inalum, yang mayoritas sahamnya ketika ini dimiliki oleh perusahaan Jepang. Skor diambil alih pada 2013, Inalum akan investasi sekitar Rp 12 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi dan siap go public.

Keputusan pengambilalihan perusahaan yang terletak di Asahan, Sumatera Utara, ialah salah satu hasil rumusan dalam rapat koordinasi dengan semua instansi berhubungan, dengan menetapkan kontrak karya dan kepentingan nasional. Pengambilalihan ini tak melibatkan BUMN.

Rapat juga menyimpulkan perlunya dilaksanakan audit kepada sisa aset untuk mempertimbangkan poin pembeliannya. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 7 triliun untuk akuisisi ini. “Per 2013, segala saham Inalum patut kembali ke Indonesia 100%. Rp 7 triliun itu baru sangkaan appraisal, tetapi perlu diaudit lagi,” ujar Hatta di Jakarta, Jumat (3/8).

 

Baca Jugaharga pemasangan acp