6 Alasan Mengapa Lebih Baik Pakai Mesin Diesel Dibanding Mesin Bensin

mesin diesel

Kendaraan bermesin diesel memang dikala ini kurang populer dibanding bermesin bensin.

Sedangkan, di bermacam belahan dunia, kendaraan beroda empat bermesin diesel dianggap lebih tangguh dibanding kendaraan bermesin bensin.

Kendati seperti itu, sebagian negara ternyata mulai menyetop produksi kendaraan bermesin diesel, lantaran ketatnya tata tertib batas membuang emisi, terutamanya di wilayah Eropa.

Karena Sales Support Dept Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Reiner Tandiono, mesin diesel mempunyai bermacam keunggulan, terpenting mempunyai torsi melimpah di putaran permulaan.

Baca Juga: Kegunaan dan Keunggulan kompresor swan

“Makanya masih diaplikasikan untuk kendaraan komersil. Tetapi size-nya untuk angkut banyak barang, jadi tak perlu kencang-kencang namun seluruh kebawa dan hingga tujuan,” ungkap Reiner dikala acara Isuzu Diesel Academy di Isuzu Training Center, PT IAMI, Pondok Ungu, Bekasi, Rabu (20/9/2017) lalu.

Nah ingin tahu keunggulan mesin diesel, berikut reviewnya:

1. Mesin diesel lebih bendung lama dan tak membutuhkan electric igniter. Dengan seperti itu, kemungkinan kesusahan lebih kecil dan perawatan lebih kecil ketimbang mesin bensin.

2. Mesin diesel memiliki efisiensi panas yang lebih besar. Dengan demikian, pemakaian bahan bakarnya akan lebih ekonomis ketimbang mesin bensin.

3. Tekanan pembakaran maksimum hampir dua kali mesin bensin. Hal ini berdampak pada bunyi dan getaran mesin diesel lebih besar ketimbang bensin. Peristiwa dengan teknologi common rail, gejala seperti ini telah berkurang.

4. Empat pada mesin diesel tak berubah pada level tingkat kecepatan yang luas. Artinya torsi mesin diesel rata-rata sama besar, tetapi konsisten saja tiap merek karakteristiknya berbeda.

5. Mesin diesel memiliki perbandingan kompresi yang lebih tinggi dan memerlukan gaya lebih besar untuk memutarnya.

6. Tekanan pembakarannya lebih tinggi, karenanya mesin diesel seharusnya dihasilkan dari bahan yang bendung tekanan tinggi dan seharusnya memiliki struktur yang besar amat kuat.

 

Mesin Diesel Lebih Mahal Dibandingkan dengan Mesin Bensin, Kenapa?

Kendaraan yang menggendong mesin Diesel lazimnya lebih mahal dibanding kendaraan beroda empat yang memakai mesin bensin. Tentu perbandingan ini berlaku pada contoh-contoh yang sama atau berada di segmen yang sama.

Lantas saja Toyota Innova. Di Indonesia varian Q M/T Diesel dibanderol Rp 411,8 juta, sementara varian bensinnya cuma Rp 373,6 juta. Hyundai Santa Fe juga demikian. Varian Dieselnya dihargai Rp 539 juta, sementara varian bensinnya “cuma” Rp 495 juta.

Karena, apa hakekatnya yang menyebabkan kendaraan beroda empat bermesin Diesel lebih mahal daripada kendaraan beroda empat bensin? Jawabannya, karena mesin Diesel itu sendiri memang lazimnya lebih mahal dibanding mesin bensin. Pertanyaan lanjutannya, mengapa dapat seperti itu?

Penyebabnya rupanya simpel. Tetapi, sebagaimana dikutip dari edmunds.com, mesin Diesel punya ongkos produksi yang memang lebih mahal daripada mesin Diesel.

Pabrikan dapat menekan ongkos produksi mesin bensin dengan memakai material yang lebih murah seperti almunium.

Penerapan hal ini tak dapat dilaksanakan pada mesin Diesel. Material yang diaplikasikan seharusnya kuat. Kepala silinder dan blok silindernya seharusnya gunakan baja.

Temperatur material yang lebih kuat seharusnya dilaksanakan sebab mesin diesel punya kompresi yang lebih tinggi.

Tak udara dalam ruang bakar malahan jauh lebih panas sebab itu diperlukan untuk membakar solar dengan optimal.

Kecuali seperti mesin bensin, Diesel tak mempunyai busi untuk membakar campuran bahan bakar dan udara.

Panas udara terkompresilah yang memantik bahan bakar. Dengan seperti itu, logis apabila kemudian material yang diaplikasikan seharusnya lebih kuat.

Soal komponennya yang lebih bagus, harga mesin juga dapat lebih mahal apabila dia dilengkapi dengan turbocharger.

Turbo merupakan metode induksi “paksa” yang mengkompres udara yang mengalir ke dalam mesin.

Alat ini membikin lebih banyak udara yang akan tercampur dengan bahan bakar, dan pada alhasil akan meningkatkan daya kerja.

Persoalannya, banyak mesin Diesel yang memakai bagian ini sebab lazimnya mesin ini punya akselerasi yang lebih lamban daripada mesin bensin, padahal punya energi dan torsi yang lebih besar.

Pada alhasil, penambahan turbo akan turut mengerek harga produksi.