OJK Menghimbau Agar Hati-Hati Dalam Investasi Bitcoin, Kenapa?

OJK Menghimbau Agar Hati-Hati Dalam Investasi Bitcoin, Kenapa?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan himbauan terhadap masyarakat supaya wasapada kepada penawaran investasi bitcoin atau virtual currency yang ketika ini sedang marak Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L.

Tobing mengevaluasi bahwa terdapat sebagian perusahaan bitcoin yang belum teregistrasi di OJK.

Supaya mengurangi risiko pembohongan yang acap kali terjadi, Dia mengimbau supaya masyarakat lebih hati-hati.

“Virtual Currency bukan yakni instrumen investasi keuangan yang mempunyai hukum, jadi bersifat spekulatif sebab mempunyai risiki yang amat tinggi,” ujar Tongam L Tobing, Jakarta, Jumat (20/4/2018) lalu.

Baca Juga: bitcoin indonesia

Pasalnya, sebagian entitas yang menawarkan virtual currency bukan berperilaku sebagai marketplace. Karena, market place sendiri untuk menerima hasil imbaltinggi.

“Sebagian entitas yang menawarkan virtual currency bukan berperilaku sebagai marketplace tapi memberikan komitmen imbal hasil tinggi sekiranya membeli virtual currency,” jelas ia.

Oleh sebab itu, OJK terus menjalankan edukasi secara masif ke tempat-tempat.

Apalagi, literasi keuangan masyarakat tempat masih terbilang rendah. “Intinya masyarakat patut cerdas berinvestasi. Jangan berharap bodong. Bila ada diduga, panggil kita akan hentikan,” tuturnya.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa virtual currency termasuk Bitcoin tak diakui sebagai alat pembayaran yang resmi, sehingga dilarang diaplikasikan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Hal hal yang demikian pantas dengan ketetapan dalam Undang-undang No. 7 Tahun 2011 seputar Mata Uang yang mengucapkan bahwa mata uang ialah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan tiap transaksi yang memiliki tujuan pembayaran, atau keharusan lain yang patut dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dikerjakan di Kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia mesti memakai rupiah.

 

Baca Juga: blockchain indonesia